Thousand Roses!
Ketika mama ulang tahun dibulan Oktober
Ketika hari ibu, roses for love
Halo
Namaku Indrianita Dwi Wahyuning Tias, dari namaku pasti sudah
pada tahu aku anak kedua. Umurku menginjak usia 23 tahun pada November lalu. Tidak
ada yang spesial dari usia ku itu hanya pertambahan usia yang berarti harusnya
aku menjadi sosok anak yang lebih dewasa. Ralat. Usiaku bertambah berarti Tuhan
berbaik hati memberi kesempatan bagiku untuk bisa menjalani hidup lebih
panjang.
Aku yang 23 tahun ternyata berbeda dari aku yang 18 tahun. Berasa
sangat berbeda. Berusaha memperbaiki diri terus menerus ternyata membuatku
bahagia. Setelah kilas balik ke momen dahulu ternyata aku lebih mandiri dan
tahu apa yang menjadi hal baik untukku.
Aku yang sekarang terbentuk dari lingkungan yang aku pilih
sendiri. Maksudnya? Aku tahu lingkungan seperti apa yang bisa membuatku menjadi
pribadi yang lebih baik. Sampai sekarang aku bersyukur aku memilih teman-teman
yang baik padaku.
5 tahun yang lalu mama pernah bilang,
“Kalau kamu hidup
kayak gini terus, kamu tidak bisa hidup jauh dari orangtua”
Aku sadar kalau saat itu aku terbiasa ikut-ikutan apapun
yang dilakukan temen aku harus ikut. Masalah semua anak sekolah kayaknya
begitu.
Menempuh kuliah diluar kota dan memutuskan untuk berjauhan
dengan orangtua dan keluarga menjadi pilihan tepat. Pada saat itu aku merasa
menjadi dekat dengan mama. Aku selalu memberi kabar ku kepada mama. Aku lagi
dimana, sama siapa, sampai kapan diluar, dll. Se-detail itu memberitahu mama. Tidak
risih. Bahagia jika mama tahu keadaanku baik-baik saja. Walaupun kadang ada
bohong-bohong dikitlah.
Apapun masalah yang aku alami secara alamiah kuceritakan
pada mama. Tidak ada yang harus kututupin karena hanya mama tempat curhat
terbaikku. Solusinya membuat ku lega. Mama selalu menjadi support terbesarku hingga
sekarang. Terkadang mama dan aku memiliki sebuah rahasia yang tak diceritakan ke
papa atau sodara sendiri. Terkadang bahkan sering mama menanyakan pendapatku
tentang masalahnya. Menyenangkan.
Aku juga menjadi solusi bagi mama jika mama beradu argumen
dengan kedua saudaraku yang kadang sama-sama berwatak keras. Tugasku adalah
meluruskan kesalahpahaman dan sebisa mungkin tidak memihak manapun. Aku belajar
memainkan emosiku berkat mama.
Banyak teman lamaku yang tahu jika kalao aku emosi langsung
meledak, kini, aku bisa mengendalikan dan selalu berpikir positif. Mama pernah
bilang,
“Emosi sebesar apapun
itu kamu yang kendalikan sendiri. Emosi yang meledak-ledak itu tidak baik”
Sejak saat itu jika emosi melanda yang kulakukan adalah
tarik napas dalam-dalam dan menghela napas panjang. BERHASIL! Ternyata emosi
yang meledak-ledak hanya membuat lelah.
Mama memiliki kemampuan six
sense yang terkadang membuatku takut. Hingga kini aku masih belom terbiasa
kalau mama sudah melihat sesuatu yang tak kasat mata. Salah satu hal yang
membuatku bersyukur adalah Tuhan memberikan kemampuan six sense itu bukan tanpa alasan tapi untuk melindungi keluarganya.
Sangat aku yakini Tuhan membuat sebuah solusi dari semua masalah yang selalu
terjadi dikeluargaku. Mama tidak pernah mengeluh jika sesuatu membangunkan malamnya
karena kemampuannya itu, yang menjadi masalah jika mama juga ikutan
membangunkan ku, pliss ma takut aku tuh.
Ketika patah hati datang padaku, Mama bilang,
“Minta ke Tuhan untuk
disembuhkan rasa sakit hatimu. Kamu tidak pernah shalat Tahajud atau Duha, ayo
dirajinin”
Atau
“Tuhan ngasih petunjuk
dia bukan jodohmu”
Atau
“Jika memang jodoh
pasti akan dipertemukan kembali, tenang saja”
Atau
“Dia orang baik,
sampai sekarang mama masih nilai dia orang baik, mungkin caranya salah tapi
jangan dibenci”
Atau
“Inget, jangan
disakitin hatinya, gak baik kayak gitu”
Lagi-lagi mama punya sudut pandangnya sendiri yang kadang
aku bingung bagaimana bisa aku berpikiran positif kalao sedang sakit hati. Tapi,
ternyata itu hal mudah. Mama benar, seseorang yang kadang melukai hati kadang
perlu dimaafkan agar hati kita tidak jadi pembenci.
Lagi-lagi solusinya membuatku lebih baik.
Dulu, aku bukanlah anak yang bisa mengucapkan aku sayang
mama secara langsung tapi setelah dipikir lagi harus aku ucapkan sebelum
menyesal. Memberi hadiah kecil untuk mama dan melihatnya tersenyum memiliki
kepuasan sendiri.
Oh iya,
Katanya semua hari itu adalah hari ibu tidak ada yang
spesial di tanggal 22 Desember.
Hmmm...
Bagaimana yah...
Memang benar semua hari adalah hari kasih sayang tapi tidak
apa-apakan dipilih satu hari untuk hari ibu?
Persepsi yang berbeda bukan jadi masalah kan?
FYI, aku dan keluarga selalu manggil mama dengan kata "Ndoro" :)
Happy Mother’s Day!
Ada seribu cerita tentang kita dan ibu. Coba
deh diinget lagi, mungkin akan membuatmu lebih sayang pada ibu mu, yang masih bermusuhan lekas berdamai sebelum menyesal.



Komentar