Sirius

Source : Pinterest


Apakabar Sirius? 
Kita bertemu kembali malam ini.

Kali ini ceritaku berbeda dari yang kemarin, jangan bosan, aku tidak akan menyalahkan keadaan ku sekarang.

Tidak akan menyalahkan diri sendiri karena aku tahu aku lebih baik dari kemarin.

Sirius...
Ada pertanda dari semua doaku beberapa waktu ini. Sangat jelas seperti aku melihatmu sekarang. Kamu sangat terang seperti biasa, aku bisa melihatnya dari kejauhan.

Hatiku yang sekokoh tebing es di Kutub Selatan kemarin, sekarang lebih bisa mencair dengan panasnya matahari yang kini semakin tidak karuan.

Ada rahasia yang belum kubagikan bersamamu, ternyata tidak seburuk itu mendengar sesuatu yang jauh dari ekspektasi yang kubangun sendiri.

Ekspektasi yang selalu membuatku hancur sekarang bisa ku kendalikan, tidak hancur, hanya sedikit tergeser. iya, sakit, tapi tidak sesakit saat itu. Tidak juga membuatku berhenti mencari.

Sirius...
Kamu pasti melihatnya dari sana kan, tolong sampaikan padanya aku tidak apa-apa. 

Sungguh, aku dalam keadaan terbaik. Menjadi pilihan sementara memang menyulitkan tapi tidak sulit untuk mundur dan berpaling.

Jika memang tiang yang kusanggah tidak bia menopang bebanku, setidaknya ada ribuan tangan yang akan menarik ku. Mereka sangat berbaik hati. Akan kubalas jika aku sempat.

Sirius...
Tidak sakit maka tidak belajar yah? Katanya begitu.
Tidak bisakah sakitnya ditunda hingga siap?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Hujan Datang #3

Pendengar Diana

Bello, I'm Back on Blog