Ketika Hujan Datang #3
picture from pinterest
Senin,
Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu sama seperti hari-hari sebelumnya. Nothing special. Itu yang sering
dikatakan oleh Maura sesekali melihat timeline notifications aplikasi LINE
miliknya.
“Oi Ra, kacau banget kayaknya hari ini?”
Dinda menepuk bahu Maura dan duduk di samping Maura.
“Keliatan banget yah? Entahlah kenapa aku
jadi kacau gini” jawab Maura lesu
“Jadi cuaca hari ini hujan deras gara-gara kamu?
Jangan nyusahin orang-orang yang lagi beraktivitas diluar Ra”
“Tiap hari juga hujan kaliiiii Din. Kenapa jadi
nyalahin aku sih Diiinnnn”
“Kaleum aja kali, beneran lagi kacau nih anak. Cerita
lah.”
“Nanti aja kalau mood sudah membaik” Maura
kembali mengetik laporan
“Laporan mu tidak akan selesai jika kamu terus
memikirkan yang lain. Tutup laptopmu dan tidur. Itu lebih baik daripada
memaksakan diri menyelesaikannya, lihat saja satu jam kamu masih di halaman 4.
Aku duluan pulang. Pulang jangan terlalu malam. Bye” Dinda
membereskan barang-barangnya dan meninggalkan Maura.
Maura menutup laptopnya dan mengambil
ipod berwanya soft pink miliknya lalu memasangkan sepasang headset di telinganya. Memutar lagu milik Shimizu shota – kimi no
koe. Penyanyi Jepang kesukaan Maura ketika SMP.
Maura
menghabiskan waktunya di perpustakaan hanya untuk mendengarkan lagu dan
melamun. Maura lebih senang menghabiskan waktunya di perpustakaan ditemani buku-buku
dibandingkan berada di kost. Kalau di kost katanya Maura akan langsung tidur
dan akan malas beranjak dari tempat tidur. Pukul 17.00 Maura bergegas untuk
pulang, melewati koridor kampusnya yang masih ramai dan sesekali melemparkan
senyum kepada orang-orang yang menyapanya. Ketika sedang menunggu bus datang
handphone Maura berdering.
Marcel :
Maura,
lagi dimana? Apa sedang sibuk?
Maura seketika gugup. Ini yang
ditunggu, bisik Maura pelan.
Maura :
Halte.
Ga sibuk
Marcel :
Pulang
ngampus?
Maura :
Iya,
baru pulang ngampus.
Marcel :
Besok ada
acara? Aku baru tiba di Bandung. Aku ingin bertemu denganmu besok. Tapi jika
Maura tidak sibuk.
Maura :
Mungkin
jam 10 pagi aku bisa bertemu denganmu. Mau ketemuan dimana?
Marcel :
Berikan
alamat kamu tinggal, akan aku jemput kamu. Kebetulan aku membawa kendaraan jadi
aku akan menjemputmu, tidak apa-apa?
Maura :
Oh baiklah.
Tidak apa-apa kalau begitu. Akan aku beri alamatku, semoga saja kamu tidak
kesasar nantinya.
Marcel :
Aku
tunggu, Ra. Selama aku punya Google Maps aku tidak akan kesasar haha
Maura memilih untuk tidak membalas
chat terakhirnya dengan Marcel. Tiba-tiba saja Maura sangat deg-degan.
Jantungnya berdegub sangat kencang. Meskipun begitu Maura bersikap biasa saja. Anggap saja semua ini kunjungan sebagai
teman.

Komentar