Buku Pertama dengan Penulis-Penulis Balikpapan

Awalnya cuman iseng aja ikutan lomba menulis yang di selenggrakan oleh Nulis Buku Club Balikpapan atau nbc_balikpapan dengan project 120 Tahun Balikpapan Dalam Kata. Project ini juga untuk memperingati Hari Lahirnya Balikpapan si kota minyak ke 120. Ga ada salahnya mencoba ikutan. Banyak ide tapi selalu saja setengah nulis tiba-tiba males. Apalagi pada saat itu lagi sibuk ngerjain tugas kuliah yang ga santai. Waktu pengumpulan karya sudah mepet dan ga memungkinkan buat ikutan eh rejeki anak soleh ternyata di undur tanggal pengumpulannya. Alhamdulillah... tapi yah gitu masih sibuk ngerjain tugas yang tidak kunjung kelar padahal tiap hari dikerjain hehhee...

Singkat cerita aku baru nulis tentang Balikpapan itu 4 jam sebelum penutupan. Ide muncul di jam-jam kritis, Selalu! tapi emang sih nulis dengan waktu mepet tuh ide lancaar. Alhamdulillah pada bulan Januari dapet email dari panitia bahwa karya ku lolos, YEEEAYYYY!!! Ngecek email juga gara-gara kakak aku bilang karyanya lolos trus aku disuruh cek dan lolos. Jadi, karya kakak aku dan aku masuk dalam buku bersama penulis-penulis Balikpapan yang lain. Karya mereka semuanya menarik, asli ternyata banyak hal yang bisa dikupas dari kota yang penduduknya hanya 735.850 jiwa mengintip dari wikipedia. 

ini cover depan buku

"Salome dan orang-orang Balikpapan" menjadi judul buku dari karya-karya penulis Balikpapan. Salome merupakan makanan ringan sejenis "pentol" yang memang makanan khas Balikpapan. Tidak ada yang berbeda dari banyaknya pentol yang dijual di berbagai daerah lainnya cuman salome legenda saja hahaha. Orang-orang Balikpapan juga menarik untuk diceritakan. Meskipun Balikpapan ada di pulau Kalimantan tepatnya Kalimantan Timur dimana banyak orang kalau dengar kalimantan pasti jawabannya...

         "Wahhh dayak semua yaah..."
         "Hutan yah?"

Well, memang karena Balikpapan ada di Pulau Kalimantan tentu suku dayak adalah suku utamanya namun nyatanya Balikpapan itu kebanyakan isinya adalah orang perantauan. Banyak orang Jawa, Bugis, Banjar, Kutai, dll. Jadi, bahasa kita di Balikpapan juga yah bahasa jawa, bugis dan banjar. FYI, orang Balikpapan setiap ngomong selalu diselipkan kata "nah" dan "kah".

Cerita aku yang berjudul "Bangga Jadi Anak Balikpapan"

Karena aku membuat cerita ini 4 jam sebelum pengumpulan karya hal hasil yang aku ceritakan tentang kehidupan aku di Balikpapan yang sederhana. Tentang aku yang ikut ekstrakulikuler menari dayak beserta teman-teman sekolah. Setiap pulang sekolah selalu beli salome di Lapangan Merdeka. Iya, sekolah aku deket dengan Lapangan Merdeka. Sekolahku juga dekat dengan pantai. Hal-hal sederhana yang aku ceritakan. 

Buku Salome dan Orang-Orang Balikpapan lahir pada tanggal 20 Mei 2017 bertempat di Dahor Heritage. Bahagia luar biasa. Walaupun tidak bisa hadir karena masih di Bandung. Semoga semakin membuat aku semangat berkarya dalam tulisan. Satu lagi hasil penjualan buku ini disumbangkan kepada veteran Balikpapan ^.^

source from google

sempat berkunjung di dalam dahor heritage (cagar budaya)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Hujan Datang #3

Pendengar Diana

Bello, I'm Back on Blog