Ketika Hujan Datang #1
picture from pinterest
Hari ini hujan datang tak terduga
karena cuaca cukup terik. Kalau kata orang Indonesia ini hujan panas. Banyak
pengemudi motor yang memparkirkan motornya sebentar disisi jalan sambil
terburu-buru menggunakan jas hujan. Beberapa anak SD yang baru pulang
sekolahpun berlari menelusuri trotoar sambil menutupi kepala mereka dengan
tangannya. Beberapa orang menggunakan jasa “ojek payung” untuk menuju tempat
yang dituju. Ya, ojek payung akan sangat membantu bagi mereka yang tidak
membawa payung.
Maura mengencangkan tali sepatu
oxford berwarnya coklat tuanya sambil menghela nafas dalam-dalam. Hujan turun
tidak tepat. Dimana Maura harus bergegas untuk bertemu teman lamanya di sebuah
cafe di daerah Braga.
To: Bella
Mungkin aku
akan sedikit terlambat. Pesan minum saja dulu.
15 menit kemudian Maura sudah berada di taksi dan hampir
sampai Braga. Maura bahagia akan segera bertemu teman lamanya, Bella. Bella
adalah salah satu sahabatnya ketika mereka sama-sama duduk di bangku sekolah
dasar. SD dan SMP satu sekolah yang sama sampai akhirnya Bella pindah ke
Amerika untuk ikut ayahnya yang ditugaskan disana. 4 tahun mereka tidak
bertemu. Maura berjalan keluar dari taksi setengah berlari.
“Kamu sudah lama disini? Maafkan aku membuatmu menunggu terlalu
lama” Maura duduk di depan Bella yang ketika itu sedang sibuk bermain handphone dan langsung meminum ice
lychee tea yang ternyata telah dipesan oleh Bella untuknya.
“Kamu tidak berubah. Selalu saja aku yang menunggu” Bella
melemparkan senyum.
“Maafkan aku, dosenku mengoceh tanpa tahu waktu. Jika
diprotes waktu sudah habis dia pasti akan marah. Terimakasih sudah memesankan
minum walaupun aku tidak memintanya.”
“Aku tahu kau akan berlari secepat atlet marathon kesini jadi
kupesankan saja langsung minuman kesukaanmu. Bukankah aku sangat manis? Tertawa
kecil.
Maura dan Bella melepas kangen dengan banyak bertukar cerita.
Bella menceritakan banyak kehidupan sekolahnya ketika di Amerika, semuanya
serba baru bagi dirinya. Bella bercerita tentang kehidupan orang-orang Amerika
yang serba bebas. Semuanya diceritakan tanpa koma dan titik. Begitulah Bella
selalu berbicara super cepet tanpa tahu kapan ia harus mengambil nafasnya
sendiri.
“Masih suka chattingan
dengan Marcel?”
“Marcel? Tidak tahu. Sudah lama tidak pernah chattingan.” Maura menyusun nafasnya dan
berkata agak lirih.
“Aku dengar dia sudah kembali ke Indonesia. Dia kuliah di
Indonesia. Apa dia tidak menghubungimu?”
“Aku juga sempat mendengar kabar itu. Aku juga dengar dia
kuliah di Jakarta” Jawab Maura sambil menyenderkan tubuhnya ke kursi.
Ketika Maura mengetahui Marcel akan
melanjutkan kuliahnya di Indonesia Maura sangat bersemangat untuk mencari semua
informasi yang ia dapatakan dari teman-teman sekolah dasarnya. Sampai informasi
itu datang. Marcel akan kuliah di Bandung. Kabar itulah yang membawa Maura
sekarang kuliah di Bandung meninggalkan sahabat-sahabatnya semua yang memilih
kota Jogjakarta dan Malang sebagai tempat meraih sarjana.
Komentar