Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Lara itu Dia

Memaafkan itu butuh waktu. Kira-kira begitulah ketika hati harus dipaksa untuk menjawab. Menjadi pengertian itu juga butuh tenaga. Kira-kira begitulah ketika hati harus dipaksa untuk bisa membaca situasi. Memberikan waktu itu ada kalanya menjadi sebuah solusi. Tidak mudah memang tapi harus belajar. Tidak mudah memahami sifat manusia, tapi itu adanya.  Jadi serba salah pada akhirnya itu sudah pasti. Sebenarnya menjelaskan sesuatu agar dimengerti itu terasa sangat sulit. Tau kenapa? Karena memang butuh waktu. Berapa lama? Itu tergantung, jangan suka menentukan deadline karena memang tidak bisa dijadwalkan. Biarkan hati yang memilih waktunya, tunggu saja. Berat memang menunggu waktu itu akan datang walaupun sebenarnya waktu itu terasa begitu cepat berganti. Menjadi pemaaf ternyata tidak mudah, coba rasakan dan katakan padaku bagaimana rasanya. Mungkin kita dijawaban yang sama. Tidak ada usaha yang sia-sia, ketahuilah diam-diam kamu sedang berproses memaafkan sebuah ke...

Media Social Toxic?

Gambar
Tiba-tiba ingin menulis dan ingin share pendapat tentang hal gak penting tapi jadi penting sekarang. Pengen curhat aja gitu... Beberapa bulan ini banyak banget yang mengutarakan untuk diet medsos. Gak ada yang salah, itu sah aja kok. Tapi, aku punya pendapat lain tentang hal ini. Beberapa hal udah aku share di twitter. Masih anget banget nge-tweetnya dan langsung pengen ngelanjutin di blog. Kira-kira begitulah menurut ku menyikapi media social yang toxic . Semuanya tergantung individunya. Kita sebagai konsumen media social harus pinter gunainnya. Buat segalanya jadi mudah. Gausah pusing. Gausah gundah gulana. Satu hal yang aku yakini nge-block seseorang di media social bukan tindakan jahat kok karena kan tujuannya untuk kesehatan rohani diri sendiri. Ceileh udah kayak orang paling bener dah... Media social gak selamanya jahat kok, masih banyak sisi baik yang bisa diliat dari media social . Berbagi hal-hal baik juga poin plus, karna kebaikan itu ...