Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

Ketika Hujan Datang #3

Gambar
picture from pinterest Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu sama seperti hari-hari sebelumnya. Nothing special . Itu yang sering dikatakan oleh Maura sesekali melihat timeline notifications aplikasi LINE miliknya. “ Oi Ra, kacau banget kayaknya hari ini ?” Dinda menepuk bahu Maura dan duduk di samping Maura. “ Keliatan banget yah? Entahlah kenapa aku jadi kacau gini ” jawab Maura lesu “Jadi cuaca hari ini hujan deras gara-gara kamu? Jangan nyusahin orang-orang yang lagi beraktivitas diluar Ra” “Tiap hari juga hujan kaliiiii Din. Kenapa jadi nyalahin aku sih Diiinnnn” “Kaleum aja kali, beneran lagi kacau nih anak. Cerita lah.” “Nanti aja kalau mood sudah membaik” Maura kembali mengetik laporan “Laporan mu tidak akan selesai jika kamu terus memikirkan yang lain. Tutup laptopmu dan tidur. Itu lebih baik daripada memaksakan diri menyelesaikannya, lihat saja satu jam kamu masih di halaman 4. Aku duluan pulang. Pulang jangan terlalu malam. Bye” Din...

Ketika Hujan Datang #2

Gambar
Picture from pinterest Maura tahu semakin ia merindukan sosok Marcel hatinya sakit. Sakit harus terus bertanya kesalahan apa yang telah ia perbuat. Ada apa? Apa salahku? Kenapa begini? Mau mati rasanya menebak-nebak jawaban dari semua pertanyaan itu.             “Sampai kapan aku harus begini, Cel?” berbaring dan menutup matanya. Tak disadari air mata turun dari kelopak matanya Maura mengambil dengan kasar buku diary yang ada diatas meja yang tak jauh dari ia berbaring. Ditulisnya kata demi kata dengan bolpoin karakter smurf. Sebuah puisi. Jika pagi bertemu malam Akankah siang cemburu? Akankah siang marah? Atau siang akan diam tanpa bertanya Jika hatiku ini karang, siapkah ombak memecahkan? Butuh berapa lama hingga aku menjadi batuan kecil? Mengobati hati yang terluka sendirian, bisa kau bayangkan? Pergi tanpa berkata apapun Benar kah itu? Atau selama ini memang tidak ada apa-apa Aku yan...