Puisi Malam
Dongeng Semalam Langkah ayal yang tak berujung sampai Hanya meniti tanpa ujung tak bisa dihentikan Sedu yang semakin sering menghiasi malam kelabu Sungguh memberatkan hati yang tak tahu kapan harus berhenti Katanya hanya masalah jarum jam yang terus berputar Nyatanya belum sanggup menghentikan rindu yang terus bergulir Belum sempat menjadi pemeran, sudah harus menjadi akhir Dongeng semalam belum tuntas Penghujung Asa Kehadiran lawan menjadi perayaan mewah baginya Tiada napas yang tak terengah ketika panah siap untuk dilepaskan Mengingat asa untuk merdeka sudah dekat Berbaris dibelakang komando dengan perasaan risau Kemenangan yang membahagiakan harus membunuh ratusan lawan Hidup tidak ada yang adil Harus ada yang mati demi bahagia yang lain Asa ku yang masih abu akan terus menunggu hingga menjadi putih Sekali lagi, ini tentang merdeka Jika memang perayaan datang kabari aku